Senin, 10 Agustus 2009

Where The Destiny Takes Me...

Akhirnya aku curhat juga di sini. pfff.. Kupikir tidak akan pernah ;-)
Betapa kesedihan-kesedihan sepertinya menderaku.
1. Ketika itu aku sibuk di KAMMDA ditambah lagi revisi proposalku ke PS1, sehingga aku belum mengeprint KHS semester 8
2. Ketika semua telah selesai, ternyata printer di Jurusan dibawa oleh bagian keuangan
3. Seminggu berlalu, dan ternyata, belum dikembalikan juga printer itu!
4. Akhirnya....KHSku kembali juga, tapi....
5. Pembimbing Akademisku sakit, diopname, jadinya dia tidak bisa menandatangani KHS dan blanko transkrip nilaiku....
6. Seminggu berlalu, 3 hari lagi bayar SPP, PA-ku belum ke kampus2 juga. Bosan sudah selama dua minggu bolak-balik ke kampus, bertanya kepada penjaga perpus: "Bu Zu****h-nya, ada, kak?" yang dijawab ketus: "Nggak!"
7. Pagi ini, dengan mengumpulkan segenap keberanian di dada kutelepon dia:
DJ: bu, maaf mengganggu sebelumnya. saya dije, mahasiswa yang PA-nya ibu, perlu tanda tangan KHS
PA: saya mau pergi
DJ; kapan ibu ke kampus?
PA: Jum'at
DJ: bisa ketemunya kapan ya, bu? bentar lagi kan mau bayar SPP, sa....
cklek..tut..tut..tut..
Ya Allah, dia menutup telepon itu secara sepihak!
tidak taukah dia, bahwa nilai Rp 150.000,- itu sangat berarti bagiku?
(Begini saudara2. Kalau kami mengurus surat bersih mata kuliah dan non aktif, maka uang kuliah dipotong 50%, uang kuliah kami Rp 300.000,-, jadi seharusnya aku bisa bayar separuhnya, karena AKU NGGAK PERNAH DAPAT C, APALAGI, D DAN E PADA SEMUA MATA KULIAHKU, jadi secara de facto, aku layak bayar separoh. namun secara de jure, nasib berkata lain karena hal yang bertele-tele -administrasi kampus IAIN SU ini....- dan lumayan sepele ini -cuma sebiji tanda tangan di transkrip nilai!!!!!!)
Tanpa tanda tangan PA, maka tidak ada transkrip nilai, tanpa transkrip nilai, tidak ada surat bersih mata kuliah, tanpa surat bersih mata kuliah, tidak ada surat non aktir kuliah, tanpa surat non aktif kuliah, TIDAK ADA BAYAR UANG KULIAH SEPAROH...

Ya Allah, ya Rabb, hanya kepada-Mu lah kuserahkan nasibku. kuyakin Engkaulah yang maha tahu yang terbaik buat hamba-Mu ini... Tapi ya Allah, kumohon, bantulah hamba-Mu ini, agar aku dapat meringankan beban orang tuaku di kampung. Pahamkanalah Miss Zu****h itu, bahwa 150ribu itu means a lot bagi saya. Amiin.

Tidak ada komentar: